HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kolosal! Senam 10 Menit Mengukir Sejarah


Indonesia membuat sejarah besar!. Berhasil memasukkan senam Poco-poco ke dalam Guiness World Records. Membanggakan sekaligus merinding melihat pertunjukan spektakuler yang digelar di  Minggu pagi, 5 Agustus 2018.

Dari Presiden hingga masyarakat umum
Puluhan ribu orang melakukan senam dengan gerakan serempak dan kompak. Mulai dari silang Monas, halaman Istana Negara, Jl. Merdeka Barat. Jl. Thamrin, Bundaran HI hingga Jl. Sudirman.

Hebatnya, senam diikuti mulai dari Presiden Jokowi dan Ibu Iriana, Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah, para Menteri, Kapolri, anggota TNI, Polri, pegawai kementrian, para guru, pelajar hingga masyarakat umum.

Tercatat ada 65 ribu orang yang ikut senam dengan 1300 instruktur, 1300 pengurus dan 1300 regu. Betul-betul sebuah kegiatan kolosal, namun hebatnya  bisa berlangsung lancar, kompak. Bahkan tak sedikit mereka yang menonton melalui layar televisi merasa  merinding. Peserta berbaris rapi dari ujung Jl. Thamrin hingga Jl. Sudirman, melakukan gerakan serentak dan sangat kompak. Spektakuler! Dan  yang lebih membanggakan lagi: memecahkan rekor Guiness World Records!

Bagaimana persiapan peserta senam hingga bisa ikut menjadi bagian dari sejarah yang dicatat dunia?

Siap sejak pukul  02.30
Senam Poco-poco asli Indonesia dan berasal dari Sulawesi Utara. Lama senam sekitar 10 menit, namun persiapan para pesertanya lumayan panjang dan membutuhkan perjuangan khusus.

Peserta dari Al Azhar Syifa Budi Jakarta
Sejak mendapat undangan untuk mengikuti acara yang dilenggarakan dalam rangka menyambut Asian Games 2018 ini, para peserta sudah berlatih di bawah arahan instruktur.
Seperti peserta dari sekolah Al Azhar Syifa Budi  Jakarta. Ada 37 orang yang ikut terdiri dari guru dan TU TK hingga SMA, Yayasan dan karyawan kebersihan.

Menurut Ibu Rizky Erlidia, Kepala Sekolah SD Al Azhar Syifa Budi, yang menjadi salah satu peserta senam Poco-poco, mereka berlatih selama 3 kali selama 2 minggu sebelum hari H.
Di sela-sela kegitan mengajar yang padat, mereka berlatih dengan instruktur Ibu Ainul. “Kami diajar 3 kali oleh beliau, selebihnya kami latihan sendiri-sendiri dalam kelompok kecil dipandu oleh Ibu Nana dan Ibu Fathia, yang juga guru tari di SD Al Azhar Syifa Budi,” jelas Bu Rizky.
Bangga bisa menjadi bagian dari sejarah bangsa
Pada hari H, menjelang mengikuti senam Poco-poco sempat mengalami senam jantung. Mungkin karena salah komunikasi, bus yang akan membawa rombongan ke lokasi acara, ditunggu-tunggu tidak datang. Akhirnya para peserta yang sudah siap sejak pukul 02.30 dini hari, mengambil insiatif  naik taksi online ke lokasi pada pukul 05.00.
“Syukur alhamdulillah kami bisa bertemu di titik kumpul grup di waktu yang tepat,” ungkap Bu Rizky dengan lega..

Meski harus begadang untuk melakukan persiapan, sempat deg degan menunggu bus jemputan,  semua tak menjadi penghalang untuk bisa berpartisispasi dalam acara, sesuai jadwal yang ditentukan panitia.

Perjuangan mereka tak sia-sia. Rasa letih dan ngantuk  hilang lenyap berganti rasa bangga karena  bisa menjadi bagian dari sejarah bangsa. Mengharumkan nama Indonesia di mata internasional melalui pertunjukan senam khas Nusantara.

MH
Foto: Dok Azka dan Istimewa


   

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *