HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cuci Mata Suasana Asian Games 2018 di GBK

By On August 31, 2018

Hari Minggu ini Asian Games 2018 akan berakhir. Sudah sempat nonton pertandingan  secara langsung di Gelora Bung Karno? Kalau selama ini baru aktif mendukung tim Indonesia melalui layar TV di rumah, mungkin akhir pekan ini bisa mengajak keluarga  nonton suasana seru Asian Games di GBK, karena  amat sayang bila dilewatkan begitu saja..

Memang sih kalau mau nonton langsung Closing Ceremony rasanya perlu 'perjuangan' khusus, selain jumlah tiket terbatas, hanya untuk sekitar 58 ribu penonton, sementara peminatnya berjibun, juga tidak dijual langsung, semua dijual online, sehingga siapa cepat dia dapat..
Nobar di area GBK. Seru!
Meski begitu bukan berarti tidak mungkin untuk menikmati detik-detik terakhir negeri kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Tetap bisa kok menikmati suasana, kemeriahan dan nuansa Asian Games sekeluarga bila sampai tidak  beruntung mendapat tiket Closing Ceremony.

Untuk yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya,kalau sampai tidak sempat mengajak keluarga ke GBK kemungkinan bakal menyesal,  karena belum tentu dalam bilangan puluhan tahun ke depan Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah Asian Games.

Nonton dengan Tiket festival
Panitia penyelenggara Asian Games 2018 sudah mengantisipasi untuk masyarakat yang ingin menikmati suasana Asian Games. Disediakan tiket festival, yakni tiket untuk mereka yang ingin masuk ke  ke GBK tanpa menonton pertandingan.
Siap-siap serba antre. Tapi tertib kok...
Tiket bisa dibeli di pintu 2 hingga pintu 5 GBK. Kalau lihat antrean calon pembeli tiket cukup panjang, jangan putus asa dulu. Karena pelayanan penjualan cepat sehingga walau yang antre panjang, tidak akan sampai mengambil waktu lama. 
Dengan membeli tiket Rp.10 ribu/orang, bisa masuk ke arena GBK dan berkeliling menikmati suasana pesta olah raga terbesar Asia.

Juga bisa nobar di sana, karena disediakan layar super duper lebar di GBK dengan arena duduk yang cukup luas dan nyaman. Saat pertandingan bulu tangkis berlangsung, nobar di arena ini sangat mengasyikkan, teriakan dan support penonton untuk atlet Indonesia sangat meriah dan kompak. Apalagi saat Jonatan Christie maupun Anthony Sinisuka Ginting berlaga. Suasana nobar di dalam stadion bulutangkis dan di luar sama rame dan serunya.

Menonton closing ceremony nobar di arena GBK, rasanya bakal dahsyat juga!

Selain nobar, bisa juga menikmati beragam kuliner yang dijajakan di arena GBK. Atau, sebagai kenang-kenangan bisa membeli  boneka maskot Asian Games 2018: Bhin bhin, Kaka dan Atung. Kalau tidak sabar untuk mengantre membeli maskot Asian Games bisa berfoto dengan mereka di lokasi yang disediakan.

Nyaman jalan di trotoar lebar
Menjelang penyelenggaraan Asian Games Jakarta berdandan maksimal. Terutama di area GBK. Trotoar yang tadinya sempit dan berlubang sudah diperlebar dan dipoles cantik plus mulus. Sehingga tidak hanya indah dipandang, juga nyaman  serta aman untuk dilewati. Menikmati suasana seru Asian Games dengan berkeliling di luar area GBK banyak dilakukan keluarga-keluarga. Bahkan tidak sedikit yang membawa sepeda sehingga bisa berkeliling dengan lebih leluasa..
Trotoar luas, nyaman dan aman
Di sore hari hingga malam tiba, amat nyaman berjalan-jalan di GBK bersama keluarga. Trotoar yang lebar dan rapi serta lampu jalan yang terang beanderang membuat acara jalan pun menjadi tidak terasa melelahkan. Bila haus atau lapar bisa masuk ke area GBK dan menikmati kuliner yang tersedia.
Makin malam nuansa pesta Asian Games makin terasa
Namun, sebelum berangkat ke GBK untuk menikmati suasana Closing Ceremony Asian Games 2018 harus siap mental bahwa semuanya harus antre. Membeli tiket festival, membeli makanan, minuman hingga membeli boneka maskot. Tak usah khawatir akan berdesakan, karena masyarakat yang masuk GBK tampaknya sudah sangat sadar budaya antre. Mereka antre dengan tertib dan sabar meskipun antreannya panjang. Juga jangan lupa sedikan e-money atau debet card sebagai alat bayar, karena hanya sedikit konter yang menerima uang cash.

Mumpung suasana Asian Games belum berlalu  ayo nikmati, sebuah kenang-kenangan yang mungkin akan diingat anak-anak Anda sepanjang masa. 

MH
Foto: RSP, MH dan Istimewa

Jojo Idola Baru Emak-emak Indonesia

By On August 30, 2018


Perhelatan besar Asian Games 2018 sudah hampir berakhir. Banyak kejutan yang mencuat dari arena lomba multievent yang diadakan empat tahun sekali ini. Banyak masyarakat Indonesia yang semula menanggapi ‘dingin’ saja acara yang berlangsung di Jakarta dan Palembang dari 18 Agustus – 2 September ini, kini  menjadi begitu antusias dan penuh semangat mengikuti detik demi detik perkembangan yang terjadi di Asian Games 2018.

Mulai dari perolehan medali emas oleh atlet kita yang sudah di atas target hingga munculnya idola baru di kalangan wanita atau emak-emak Indonesia. Drama Korea sementara menjadi urutan kesekian setelah idola baru Asian Games muncul dan masih terus menjadi pusat perhatian dan perbincangan di medsos.

Ini dia idola emak-emak yang bisa bikin histeris meski hanya namanya yang disebut....

Selebrasi bikin histeris
Jonatan Christie (20), nama pebulutangkis tunggal putra Indonesia ini tiba-tiba mencuat bagai rekot. Medali emas kategori perorangan Asian Games 2018 lewat kemenangan atas Chou Tien Chen (Taiwan) pada laga final yang berlangsung di Istora Senayan, Selasa 28 Agustus 2018.
Selebrasi unik yang ditampilkan Jojo, begitu nama bekennya, saat berhasil mengalahkan lawan, membuat para penonton menjerit histeris, terutama kaum hawa. Ia spontan melepaskan kaosnya yang basah penuh keringat.
Bertelanjang dada Jojo akan berteriak sekuatnya lalu berlari keliling lapangan sambil melambaikan tangan ke penonton yang mengelu-elukannya.
Pada laga semi final ia bahkan melemparkan kaosnya dan ditangkap oleh seorang penonton wanita. Dan di medson hiruk pikuk netizen yang menyampaikan rasa irinya pada penonton yang berhasil memperoleh kaosnya itu.

Kaos termahal di dunia?
Memang betul penonton wanita itu sangat beruntung. Karena kaos Jojo yang dipakai saat bertanding di semi final maupun final  ternyata tidak hanya bernilai sejarah tetapi juga ketika dilelang berharga sangat fantastis.

Terbukti saat sebuah TV swasta mengadakan penggalangan dana  untuk korban gempa di Lombok, satu kaos Jojo dilelang dan berhasil terjual dengan harga Rp.400 juta! Fantastis! Jangan-jangan ini kaos menjadi kaos termahal di dunia?

Selain menyerahkan kaosnya untuk dilelang, Jojo juga sudah berniat untuk sumbangkan sebagian bonus yang akan dia terima nanti untuk korban gempa Lombok. Sesuai janji pemerintah, atlet Indonesia yang meraih medali emas Asian Games 2018 akan menerima bonus sebesar Rp.1,5 miliar.

Nah, sebagian dari bonusnya itu sudah diniatkan Jojo untuk disumbangkan. “Sebagian bonus akan saya tabung dan sebagian saya bagian untuk anggota tim yang sudah support dari sebelum Asian Games 2018 hingga sekarang dan sebagaian akan saya sumbangkan untuk bencana gempa di Lombok,” ungkap Jojo saat konferensi pers seusai memenangkan medali emas.

Tidak hanya berpenampilan keren, bertubuh atletis dan bermental juara dunia, Jojo ternyata juga berhati mulia, dengan spontan ia akan membantu saudara kita yang sedang kena musibah di Lombok dan sekitarnya.

Jadi, sangatlah wajar bila Jojo kini menjadi idola baru para wanita dan kaum ibu Indonesia.

MH
Foto: Istimewa




Wanita-wanita  Pengharum Nama Indonesia

By On August 23, 2018

Berkat mereka nama Indonesia terangkat di mata dunia. Medali emas dalam genggaman mereka adalah pengharum nama bangsa yang akan dikenang sepanjang masa.

Siapa saja mereka dan bagaimana mereka bisa sampai di peringkat tertinggi di cabang olah raga yang mereka tekuni dalam ajang amat bergengsi: Asian Games 2018?

Defia Rosmaniar
Taekwondo


Disaat masyarakat Indonesia-- bahkan dunia-- masih terpana dengan kedahsyatan Opening Ceremony Asian Games 2018 di Jakarta, 18 Agustus 2018, nama Indonesia kembali terangkat dengan disabetnya medali emas di Asian Games.

Defia Rosmaniar (23) berhasil mencipatakan sejarah baru dengan menyumbang medali emas perdana untuk Indonesia dari cabang olah raga Taekwondo,. Minggu, 19 Agustus 2018.. Pada pertandingan final Defia mengalahkan Marjan Salahshouri, taekwondoin asal Iran.

Sontak nama gadis kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 ini menjadi tenar. Ditambah lagi Presiden Jokowidodo yang menyerahkan langsung medali emas kepada Defia. Sebagai penyumbang medali emas pertama, membuat perhatian pemerintah hingga masyarakat Indonesia secara luas, terarah pada Defia.

Selain akan mendapat hadiah langsung dari pemerintah yakni Rp. 1,5 M-- sebagai imbalan untuk atlet penyumbang medali emas di Asian Games 2018 ini-- berderet hadiah lain menghampiri Defia. Dan seperti sebuah berkah, seusai medali emas perdana dari Defia, berlanjut medali emas lainnya berhasil dipersembahkan oleh para pahlawan olah raga Indonesia.

Mulai aktif di taekwondo saat masih duduk di bangku SMP tahun 2007. Kakak Defia yang lebih dulu menekuni olah raga ini. Awalnya Defia mengaku tidak terlalu serius dalam berlatih taekwondo, tapi lama-lama dia mulau menyukai olah raga yang mengandalkan kemampuan tangan dan kaki ini.

Sebelum dikenal sebagai atlet taekwondo dengan nomor poomsae (seni) Defia awalnya sempat mengambil nomor kyorogi (pertarungan). Penyuka traveling dan menulis ini terpaksa pindah haluan karena sakit yang sempat dideritanya.

Ketekunan dan kesabaran Defia dalam berlatih dan mengikuti beragam kejuaraan di dalam maupun luar negeri membuahkan hasil gemilang. Dan yang tak ia bayangkan, bisa menjadi pengukir sejarah Indonesia dengan menjadi atlet wanita Indonesia yang mempersembahkan medali emas pertama. Mungkin tekadnya ini yang membuat Defia tak pernah lelah berlatih dan bertanding sampai prestasi tinggi berhasil ia capai: Teruslah bermimpi dan jadikan itu nyata!

Lindswell Kwok
Atlet Wushu


Atlet wanita Indonesia kedua yang mempersembahkan medali emas dalam ajang Asian Games 2018 adalah Lindswell Kwok. Dara cantik kelahiran Medan, 24 September 1991 ini, berhasil memukau dewan juri wushu di kelas Taujuquan-Taijijian. Lindswell berhasil mengalahkan atlet wushu Hongkong Ven Ying Juanita Mok.

Seperti juga Defia, saat pertandingan final berlangsung, Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung. Sehingga saat Ratu Wushu Asia Tenggara ini berhasil menang dan meraih medali emas, Presiden Jokowi juga yang menyerahkan langsung medali emas.

Lindswell mengaku tidak menyadari bila Presiden Jokowi berada di lapangan wushu sampai akhir aksinya. Dalam nomor Taijiquan-Taijijian putri, atlet yang mengaku datang sangat awal ke lokasi pertandingan agar bisa melakukan pemanasan secara maksimal, memperoleh poin 19,50.

Mengenal wushu sejak usia 9 tahun dari kakaknya Iwan Kwok, Lindswell mengaku sempat membenci wushu. Pasalnya, ia menganggap olah raga ini sulit karena ada unsur seni di dalamnya. Namun ketika ia sudah menemukan keindahan wushu, prestasi gemilang pun terus menghampirinya.

Pencapaian terakhirnya sebelum meraih medali emas dalam Asian Games 2018, ia berhasil mempertahankan gelar juara dunia dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Wushu 2017 di Rusia. Sebelumnya ia menyabet 3 medali emas di Kejuaraan Dunia 2015.

Setelah mengukir prestasi gemilang di Asian Games 2018, Lindswell memutuskan untuk berhenti sebagai atlet wushu. Sebuah penutupan karier olah raga yang amat manis dan membanggakan.

Tiara Andini Prastika
Atlet Sepeda Gunung


Wanita ketiga kebanggaan Indonesia di ajang Asian Games 2018 adalah Tiara Andini Prastika. Gadis asal Semarang ini berhasil unggul dengan selisih lebih dari 9 detik dengan dua peraih medali lain, yakni atlet Thailand dan atlet dari Indonesia juga, Ning Purwaningsih.

Dengan prestasinya di ajang Asian Games ini Tiara diprediksi menempati peringkat 13 dunia, meskipun beberapa bulan sebelumnya ia sempat cedera pada tangannya.

Medali emas yang Tiara persembahkan untuk Indonesia tidak saja membuat peringkat Indonesia dalam perolehan medali menjadi terangkat, namun juga Tiara sudah menorehkan sejarah. Karena ini menjadi emas pertama Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan dalam pesta olah raga multievent antarnegara di Asia di cabang olah raga sepeda..

Mulai menggeluti olah raga balap sepeda  tahun 2012, buah kesabaran dan ketekunannya berlatih baru berhasil ia petik beberapa tahun kemudian. Pada tahun 2017  Tiara meraih perstasi yakni sebagai juara nasional 2017.

Dalam ajang Asian Games ini gadis kelahiran 22 tahun lalu yang dikenal ramah dan rajin ini, merasa lebih mudah menaklukkan medan, karena acara diselanggarakan di Indonesia sebagai tuan rumah.

Selamat Defia, Lindswell dan Tiara.Sejarah Indonesia mencatat dengan tinta emas prestasi yang kalian persembahkan untuk Ibu Pertiwi.

MH-berbagai sumber
Foto: Istimewa

Super Seru Perayaan HUT RI Ke-73

By On August 17, 2018

Kegembiraan dan kemeriahan perayaan hari Kemerdekaan RI  selalu menarik untuk dilirik.
Berbagai lomba mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, di sekolah-sekolah hingga di kantor-kantor pemerintah maupun swasta. Antusiasme peserta lomba dan pentonton menjadi hiburan yang ditunggu setiap tahun.

Hari ini Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73. Suasana kemeriahan ada di mana-mana.

              
Salah satunya di sebuah sekolah di bilangan Jakarta Selatan, yakni Al Azhar Syifa Budi. Beragam lomba diadakan dengan perserta mulai dari murid, orang tua murid hingga guru. Semua antusias dan penuh gelak tawa. Mulai dari lomba makan krupuk, lomba memindahkan belut, lomba tarik tambang, lomba bakiak hingga lomba membuat rujak uleg.
Lomba bikin rujak. Sedap & kreatif
Beragam lomba yang membawa kegembiraan untuk semua, pasti menjadi cerita dan kenangan indah sepanjang masa. Dirgahayu Indonesia ku!

MH
Foto: RSP, MH


Kolosal! Senam 10 Menit Mengukir Sejarah

By On August 05, 2018


Indonesia membuat sejarah besar!. Berhasil memasukkan senam Poco-poco ke dalam Guiness World Records. Membanggakan sekaligus merinding melihat pertunjukan spektakuler yang digelar di  Minggu pagi, 5 Agustus 2018.

Dari Presiden hingga masyarakat umum
Puluhan ribu orang melakukan senam dengan gerakan serempak dan kompak. Mulai dari silang Monas, halaman Istana Negara, Jl. Merdeka Barat. Jl. Thamrin, Bundaran HI hingga Jl. Sudirman.

Hebatnya, senam diikuti mulai dari Presiden Jokowi dan Ibu Iriana, Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah, para Menteri, Kapolri, anggota TNI, Polri, pegawai kementrian, para guru, pelajar hingga masyarakat umum.

Tercatat ada 65 ribu orang yang ikut senam dengan 1300 instruktur, 1300 pengurus dan 1300 regu. Betul-betul sebuah kegiatan kolosal, namun hebatnya  bisa berlangsung lancar, kompak. Bahkan tak sedikit mereka yang menonton melalui layar televisi merasa  merinding. Peserta berbaris rapi dari ujung Jl. Thamrin hingga Jl. Sudirman, melakukan gerakan serentak dan sangat kompak. Spektakuler! Dan  yang lebih membanggakan lagi: memecahkan rekor Guiness World Records!

Bagaimana persiapan peserta senam hingga bisa ikut menjadi bagian dari sejarah yang dicatat dunia?

Siap sejak pukul  02.30
Senam Poco-poco asli Indonesia dan berasal dari Sulawesi Utara. Lama senam sekitar 10 menit, namun persiapan para pesertanya lumayan panjang dan membutuhkan perjuangan khusus.

Peserta dari Al Azhar Syifa Budi Jakarta
Sejak mendapat undangan untuk mengikuti acara yang dilenggarakan dalam rangka menyambut Asian Games 2018 ini, para peserta sudah berlatih di bawah arahan instruktur.
Seperti peserta dari sekolah Al Azhar Syifa Budi  Jakarta. Ada 37 orang yang ikut terdiri dari guru dan TU TK hingga SMA, Yayasan dan karyawan kebersihan.

Menurut Ibu Rizky Erlidia, Kepala Sekolah SD Al Azhar Syifa Budi, yang menjadi salah satu peserta senam Poco-poco, mereka berlatih selama 3 kali selama 2 minggu sebelum hari H.
Di sela-sela kegitan mengajar yang padat, mereka berlatih dengan instruktur Ibu Ainul. “Kami diajar 3 kali oleh beliau, selebihnya kami latihan sendiri-sendiri dalam kelompok kecil dipandu oleh Ibu Nana dan Ibu Fathia, yang juga guru tari di SD Al Azhar Syifa Budi,” jelas Bu Rizky.
Bangga bisa menjadi bagian dari sejarah bangsa
Pada hari H, menjelang mengikuti senam Poco-poco sempat mengalami senam jantung. Mungkin karena salah komunikasi, bus yang akan membawa rombongan ke lokasi acara, ditunggu-tunggu tidak datang. Akhirnya para peserta yang sudah siap sejak pukul 02.30 dini hari, mengambil insiatif  naik taksi online ke lokasi pada pukul 05.00.
“Syukur alhamdulillah kami bisa bertemu di titik kumpul grup di waktu yang tepat,” ungkap Bu Rizky dengan lega..

Meski harus begadang untuk melakukan persiapan, sempat deg degan menunggu bus jemputan,  semua tak menjadi penghalang untuk bisa berpartisispasi dalam acara, sesuai jadwal yang ditentukan panitia.

Perjuangan mereka tak sia-sia. Rasa letih dan ngantuk  hilang lenyap berganti rasa bangga karena  bisa menjadi bagian dari sejarah bangsa. Mengharumkan nama Indonesia di mata internasional melalui pertunjukan senam khas Nusantara.

MH
Foto: Dok Azka dan Istimewa


   

Mengagumkan! Negara Ini Paling Bahagia di Dunia

By On August 03, 2018


Negara seperti apa yang penduduknya ditetapkan sebagai paling bahagia di dunia? Ternyata, bukan negara yang paling modern dan paling kaya. Namun kepuasan penduduknya sangat tinggi dan kunci dasar kebahagian ada pada mereka.

Menurut data Kebahagiaan Nasional Bruto (Gross National Happiness-GNH),  97% penduduknya hidup bahagia. 100 % anak-anak di negara itu bersekolah dan 60% wilayahnya masih ditutupi hutan. Ya, itulah negara mungil di Asia Selatan yang berbentuk kerajaan: Bhutan.

Terindah di dunia

Wilayah Bhutan mulai dari puncak Himalaya sampai ke lembah daratan. Alamnya sangat indah dan yang lebih mengagumkan, mayoritas wilayah negara itu masih berupa hutan. Dan itu adalah kebijakan negara yang dikenal sebagai Negeri Naga Guntur. Aktivitas masyarakat Bhutan sebagian besar bertani atau gembala. Mereka sangat dekat dengan alam dan senantiasa menjaga kelestarian alamnya.

Bangunan  yang menyatu dengan alam
Kota-kota besar di Bhutan penuh dengan warna hijau. Rumah yang baru dibangun memiliki penampilan kuno namun menyatu dan harmonis dengan arsitektur perkotaan. Nuansa budaya tradisional tercermin di seluruh negeri yang posisinya antara India dan China ini.
Salah satu kebijakan pemerintah Bhutan adalah setiap kali penduduk menebang 1 pohon untuk tujuan apa pun, harus menanam 3 pohon. Itu adalah keputusan resmi dari raja langsung.

Keindahan alamnya masih alami.
Keindahan dan keasrian alamnya membuat wisatawan dari seluruh dunia ingin berkunjung. Namun, bukannya mencoba menarik wisatawan mancanegara sebanyak-banyaknya, Bhutan malah membatasi kunjungan wisatawan. Setiap tahun jumlah pengunjung dari luar Bhutan dibatasi. Untuk membatasi jumlah wisatawan, pemerintah menetapkan biaya minimum penginapan adalah US$ 200 per hari atau sekitar Rp. 2,8 juta. Harga yang relatif tinggi. Namun itulah upaya Bhutan untuk melindungi negerinya. Jadi mereka hanya melayani sedikit wisatawan namun masih ada keuntungannya yakni alamnya terlindungi.

Damai, aman dan bahagia
Ada 4 point kunci dasar kebhagiaan nasional, yakni: konservasi budaya, perlindungan lingkungan, kepemimpinan yang baik dan pembangunan berkelanjutan. Semua kunci penting untuk menjadi negara paling bahagia di dunia dimiliki dan diberlakukan secara efektif oleh raja.

Masyarakat Bhutan mempertahankan kehidupan yang damai dan bergerak perlahan. Tidak ada urbanisasi yang memusingkan pemerintah, juga tidak ada mordeniasasi yang berlebihan. Perhatian penduduk Bhutan tertuju pada kualitas hidup dan nilai-nilai spiritual.

Pestisida, pendorong pertumbuha dan pengawet adalah hal-hal yang tidak umum bagi para petani Bhutan. Pemerintah Bhutan melarang ekspor kayu dan tas plastik dilarang digunakan. Berburu juga dilarang dilakukan di Bhutan. Bukan hanya agama-- mayoritas penduduknya beragama Budha—juga hukum negara melarang.

Siaran televisi tidak pernah menayangkan siaran kekerasan. Siaran kekerasan dan pornografi dilarang di Bhutan. Kejahatan seperti perampokan, pembunuhan, perkosaan, narkoba hampir tidak pernah terjadi di kerajaan mungil ini.

Bahkan saking damainya kehidupan di Bhutan, masyarakat tidak merasa perlu memiliki lampu lalu lintas. Jadi di Bhutan satu-satunya negara yang tidak memiliki lampu lalu lintas, bahkan  di ibukota negaranya: Thimphu. Mereka merasa lebih sreg diatur oleh polisi lalu lintas langsung.

Raja Bhutan & Permaisuri, hadiah pohon saat Putra Mahkota lahir
Bhutan menetapkan visi utama dunia: kebahagiaan masyarakat lebih utama daripada memfokuskan pada pembangunan ekonomi. Pemerintah menggratiskan pendidikan dan berobat untuk penduduknya.
Saat ini Bhutan dipimpin oleh  Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck yang berkuasa sejak 2006.  Hebatnya, ketika permaisuri Raja Jigme melahirkan, rakyatnya memberi hadiah dengan masing-masing penduduk menanam satu pohon. Bayangkan, cinta mereka pada sang raja ditunjukkan dengan cinta mereka pada lingkungan!

Dalam 20 tahun terakhir rata-rata usia harapan hidup masyarakat Bhutan meningkat dua kali lipat. Alammnya terlindungi secara alami dan kesegaran lingkungannya berada pada tingkat yang ideal.

Tak heran, begitu banyak wisatawan mancanargara yang  ingin berlibur ke Bhutan. Mereka ingin menikmati keindahan, menghirup kesegaran alam dan merasakan kebahagiaan penduduknya yang sudah diakui dunia. Mungkin Anda salah satunya yang berencana berlibur ke Bhutan?

Mar - Berbagai sumber
Foto: Pixabay & Istimewa   


Ini Dia Seni Negosiasi

By On August 02, 2018

Negosiasi selalu dilakukan dalam setiap proses bisnis. Kemampuan bisnis seseorang tergambar jelas saat dia melakukan negosiasi.

Untuk menjadi negosiator andal, Anda dituntut untuk menguasai seni bernegosiasi. Keberanian dalam berbicara dan senioritas belum menjamin kemampuan seseorang dalam bernegosiasi, yang menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Seni bernegosiasi tidak bisa datang sendiri, harus dipelajari dan perlu jam terbang untuk bisa menyandang gelar sang negosiator andal.  

Berikut beberapa saran ahli yang bisa Anda adaptasi sebelum melangkah ke ruang negosiasi.

Paham Nilai Diri
Seorang negosiator harus memahami nilai diri dan perusahaan yang diwakilinya. Sehingga ia bisa menempatkan nilai tawarnya dengan tepat. Dalam setiap negosiasi seorang negosiator dapat berada di posisi tawar yang kuat atau berada di posisi tawar lemah.

Saat bernegosiasi kita harus tau kapan boleh menyerah pada harga yang diajukan dan kapan bertahan. Dengan memahami nilai diri, kita akan bisa mengambil jalan tengah yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Pegang Kendali 
Sebelum masuk ke ruang negosiasi usahakan untuk mencari informasi tentang lawan negosiasi. Dengan demikian Anda bisa mengenali celah yang bisa Anda jadikan pintu untuk pengendalian negosiasi. Jangan segan untuk menginterupsi jika Anda merasa pihak lawan mencoba menguasai kendali.

Meski Anda yang pegang kendali, bukan berarti Anda boleh berbicara apa saja dalam proses negosiasi. Apalagi sampai curhat atau berbagi kisah di luar konteks proses negosiasi. Misalnya, menceritakan kehebatan diri sebagai pembalap atau pendaki gunug. Sangat terlihat tidak profesional sehingga bisa saja lawan negosiasi Anda menganggap Anda kurang tepat sebagai lawan negosiasi mereka.

Jangan Cepat Kompromi
Pada saat sedang bernegosiasi seorang negosiator harus tetap fokus dan konsisten pada tujuan akhir yakni memenangkan negosiasi.

Bila sebuah harga sudah merupakan hasil diskusi dengan tim Anda sebelum negosiasi berlangsung, jangan berimprovisasi  di tengah negosiasi. Tetaplah bertahan dengan harga dengan selalu mengemukakan alasan yang profesional saat klien mencoba menggoyahkan sikap konsistensi Anda.

Jangan Berasumsi
Dalam bernegosiasi harus selalu mengedepankan prinsip profesionalisme. Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan asumsi.

Ketika seorang klien belum memberikan penawaran apa pun setelah Anda ajukan harga, jangan berasumsi ia tidak berminat atau tidak mampu menjangkau harga yang ditawarkan. Bisa jadi ia memerlukan waktu tertentu untuk berfikir dan mengambil keputusan.

Jadi jangan terburu-buru menurunkan harga lagi demi memudahkan proses negosiasi. Perlu diingat, dalam berbisnis tetap berlaku prinsip bagaimana mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin melalui negosiasi.

Jangan Emosional
Seorang negosiator harus tahu cara untuk bersikap saat bernegosiasi. Harus bisa tetap bersikap tenang meski pihak lawan berusaha menekan dengan berbagai cara.

Tidak jarang klien mencoba menekan harga dengan mengedepankan kondisi bisnis mereka yang sedang kurang menguntungkan. Apalagi bila pihak lawan paham latar belakang Anda yang memiliki jiwa sosial tinggi.

Dengan memaparkan kondisi yang buruk, mereka berharap Anda yang senang membantu orang dengan iklas, akan juga memberi harga terendah yang membuat mereka bisa mendapat keuntungan berlimpah.

Bukan negosiasi namanya bila Anda menyerah dengan harga terendah, tanpa mempertimbangkan keuntungan yang sangat diharapkan perusahaan. Anda sedang berperan sebagai seorang dermawan ketimbang pemimpin perusahaan.

Urusan memberi harga terendah demi rasa sosial akan menjadi bumerang bagi perusahaan. Karena bisnis adalah bisnis, berbeda dengan yayasan sosial yang tidak mengharap keuntungan.

Lin
Foto: Pixabay

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *